


Program Buruan SAE D’LIMA adalah bagian dari gerakan Urban Farming di Kota Bandung yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pasung, pekarangan, dan ruang terbuka.
Program ini merupakan inisiasi warga RW 05 bersama DKPP Kota Bandung sebagai upaya pemenuhan pangan sehat, alami, dan ekonomis berbasis masyarakat.
Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) meluncurkan program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) sebagai solusi ketahanan pangan berbasis urban farming. Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan, halaman, dan lahan terbengkalai untuk budidaya tanaman hortikultura, ternak, dan ikan, termasuk komoditas pengendali inflasi seperti cabai, tomat, dan bawang merah.

Serah terima antara Buruan SAE D’Lima dan Tim Pengabdian Masyarakat DKV Telkom ditandai dengan penyerahan sign system
Hasil panen dan olahan berkualitas dari warga
Sabun cair ramah lingkungan yang dibuat dari bahan alami hasil fermentasi eco enzym. Memiliki warna coklat bening dan formulasi lembut yang aman digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Produk ini efektif membersihkan tanpa meninggalkan residu kimia berbahaya.
Kelebihan Produk:
Dibuat dari bahan alami hasil fermentasi (kulit jeruk, kulit nanas, atau buah lainnya).
Ramah lingkungan dan aman untuk kulit.
Dapat digunakan untuk berbagai keperluan: mencuci piring, membersihkan lantai, hingga keperluan sanitasi ringan.
Memiliki aroma segar alami dari bahan buah.
Kemasan botol plastik bening yang mudah dibawa dan disimpan.
Varian Bahan Eco Enzym:
Kulit jeruk
Kulit nanas
Kulit buah campuran (sesuai label)
Isi Bersih: ±250–300 ml (tergantung varian kemasan).
Warna: Coklat keemasan alami.






Kabar dan kegiatan terkini
BANDUNG – Komunitas Urban Farming Buruan SAE D’Lima yang berlokasi di RW 05, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, kini resmi merambah dunia digital. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) skema Teknologi Tepat Guna (TTG), tim dosen dan mahasiswa Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University menghibahkan website resmi dan pengelolaan media sosial guna memperluas jangkauan pemasaran produk pangan mandiri warga.
Program ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi sebelumnya, di mana Telkom University telah membantu pembenahan sistem penanda (sign system) di lokasi yang sama. Kali ini, fokus kegiatan adalah transformasi digital untuk menjawab tantangan pemasaran yang selama ini hanya terbatas di lingkungan internal dan bazar mingguan.
Mengatasi Kendala Pemasaran dengan Teknologi
Ketua Tim Abdimas, Ardy Aprilian Anwar, menjelaskan bahwa Buruan SAE D’Lima memiliki potensi luar biasa sebagai pelopor pertanian perkotaan terintegrasi. Komunitas ini aktif memproduksi sayuran segar, teh bunga telang, budidaya maggot, hingga ternak lele dan nila. Namun, produk-produk berkualitas tersebut belum dikenal luas oleh masyarakat umum karena minimnya sarana promosi.

“Solusi yang kami tawarkan adalah perancangan dan pengembangan website sebagai pusat informasi terintegrasi. Website ini tidak hanya memuat profil komunitas, tetapi juga katalog produk, galeri kegiatan, hingga informasi kerja sama,” ujar Ardy.
Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Warga
Kegiatan ini melibatkan tim dosen yang terdiri dari Ardy Aprilian Anwar, Mohamad Tohir, dan Riksa Belasunda, serta dibantu oleh mahasiswa DKV Telkom University. Mengusung pendekatan Assets Based Community Development (ABCD), proses perancangan dilakukan secara partisipatif.

Tiga tahapan utama dilakukan untuk memastikan hasil yang maksimal. Dimulai dari Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan kebutuhan mitra, dilanjutkan dengan pratinjau (preview) rancangan desain, hingga tahap akhir berupa serah terima dan pelatihan pengelolaan website.

Kini, masyarakat dapat mengakses informasi mengenai Buruan SAE D’Lima melalui laman buruansaedlima.org. Di dalamnya terdapat berbagai menu informatif seperti ‘Tentang Kami’, ‘Program Kerja’, ‘Berita’, hingga halaman khusus ‘Produk’ yang menampilkan komoditas unggulan warga seperti sabun cair eco-enzyme.
Apresiasi Tinggi dari Masyarakat
Peluncuran website ini disambut antusias oleh para pengurus dan anggota Buruan SAE D’Lima. Berdasarkan evaluasi kegiatan, tingkat kepuasan mitra mencapai angka 94,4%, dengan indikator respon negatif nol persen.
Ketua Buruan SAE D’Lima, Drs. Anton Bulyantono, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan berkelanjutan dari Telkom University. Keberadaan platform digital ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran visual, tetapi juga mampu mendongkrak ekonomi warga melalui penjualan produk yang lebih luas.
“Masyarakat sangat merasakan manfaat dari digitalisasi ini. Harapannya, kemitraan ini tidak berhenti di sini, namun terus berlanjut dalam bentuk pengawalan dan penyempurnaan sistem agar benar-benar menghasilkan nilai ekonomi,” ungkap perwakilan warga dalam sesi umpan balik.
Dengan adanya website dan media sosial yang terkelola dengan baik, Buruan SAE D’Lima kini siap menjadi percontohan komunitas mandiri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, selaras dengan visi ketahanan pangan Kota Bandung.
Cijerah, Bandung – Ada pemandangan yang lebih segar dan tertata rapi saat Anda berkunjung ke Buruan SAE D’Lima di RW 05 Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon saat ini. Berkat kolaborasi apik melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dari Telkom University, Buruan SAE D’Lima kini memiliki sistem penanda (sign system) yang informatif dan estetis.
Transformasi Visual untuk Kenyamanan Pengunjung
Sebelumnya, pengunjung atau warga yang datang ke Buruan SAE D’Lima seringkali merasa kebingungan mencari lokasi area tertentu atau mengenali jenis tanaman yang ada. Minimnya penanda informasi dan tata letak yang belum optimal menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola dalam memberikan pelayanan terbaik.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Industri Kreatif Telkom University yang diketuai oleh Drs. Mohamad Tohir, S.ST., M.Ds. hadir memberikan solusi nyata. Program ini bertujuan untuk menghibahkan sekaligus menerapkan inovasi desain guna memenuhi kebutuhan fasilitas informasi visual di area kebun.
Proses Perancangan yang Kolaboratif
Kegiatan ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan yang matang dan melibatkan partisipasi aktif pengurus Buruan SAE. Rangkaian kegiatan dimulai sejak survei lapangan pada 11 Oktober 2024, dilanjutkan dengan diskusi desain pada 25 November 2024, dan puncaknya adalah serah terima hasil pada 24 Desember 2024.
Pendekatan yang digunakan adalah Assets Based Community Development, di mana masyarakat dilibatkan langsung dalam perancangan agar hasil akhirnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik Buruan SAE D’Lima.
Hasil yang Memanjakan Mata
Kini, Buruan SAE D’Lima tampil lebih profesional. Beberapa perubahan signifikan yang dapat dilihat antara lain:
Gerbang Utama: Tampilan depan yang lebih menyambut dengan identitas yang jelas.
Papan Penunjuk Area: Memudahkan pengunjung menemukan area sayuran, area bunga, hingga rumah maggot.
Label Tanaman & Fasilitas: Informasi mengenai jenis tanaman dan fasilitas seperti “Alat Berkebun” kini terpasang rapi dengan desain yang seragam dan mudah dibaca.
Desain Kantor: Area kantor pengelola kini memiliki penanda identitas yang lebih representatif.
Harapan Ke Depan
Ketua Tim Abdimas, Drs. Mohamad Tohir, S.ST., M.Ds., menyampaikan harapannya agar fasilitas baru ini dapat membantu pengelola Buruan SAE D’Lima dalam memberikan pelayanan dan sarana yang lebih baik bagi lingkungan sekitar. Selain fisik sign board, tim Telkom University juga memberikan panduan praktis desain agar pengelola dapat mandiri dalam membuat materi informasi di masa depan.
Bagi warga Bandung dan sekitarnya, yuk mampir ke Buruan SAE D’Lima! Nikmati suasana berkebun yang asri dengan wajah baru yang lebih informatif dan instagramable.
Galeri Foto Kegiatan:



Buruan SAE D’Lima, salah satu pelopor urban farming di Kota Bandung, sukses melaksanakan kegiatan kolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Telkom. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk Buruan SAE melalui inovasi desain kemasan yang menarik dan fungsional.
Program Buruan SAE (Sehat, Alami, Ekonomis) merupakan inisiatif Pemerintah Kota Bandung untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Buruan SAE D’Lima yang berlokasi di RW 05 Perumahan Cijerah 1, Bandung Kulon, telah menghasilkan berbagai produk seperti sayuran segar, teh bunga telang, boba telang, nasi uduk telang, pudding telang, pupuk Eco Enzym, sabun serbaguna, magot, serta ikan lele dan nila. Namun, pemasaran produk masih terbatas karena belum memiliki kemasan yang memadai.
Melalui pendekatan Assets Based Community Development, tim Telkom University memberikan pendampingan desain kemasan untuk mendukung pemasaran produk Buruan SAE D’Lima agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media promosi yang menarik perhatian konsumen.
Kegiatan berlangsung pada Senin, 30 Juni 2025, pukul 09.00–13.30 WIB, di lokasi Buruan SAE D’Lima. Proses dilakukan melalui tiga tahap kunjungan:
Tim Abdimas merancang kemasan untuk 8 produk unggulan Buruan SAE D’Lima, dengan 6 jenis kemasan berbeda seperti botol, pouch, wadah melingkar, dan gelas. Desain yang dihasilkan mencerminkan identitas produk lokal dengan sentuhan modern agar lebih kompetitif di pasar.
Produk Buruan SAE kini memiliki kemasan inovatif untuk:
Masyarakat memberikan umpan balik positif, dengan 88,9% peserta berharap kegiatan serupa dilanjutkan di masa depan. Kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam pengembangan media digital untuk promosi produk Buruan SAE.
Kegiatan diwarnai dengan sesi diskusi, penyerahan desain, serta penerapan kemasan pada produk. Foto-foto kegiatan dapat dilihat pada galeri dokumentasi kami.

Buruan SAE D’Lima berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendukung ketahanan pangan melalui urban farming. Terima kasih kepada Telkom University atas kontribusi nyata dalam mendukung pemasaran produk kami.